Aikido

Aikido menekankan pada harmonisasi dan keselarasan antara ki (tenaga dalam) individu dengan ki alam semesta. Aikido mengutamakan prinsip kelembutan dan membimbing lawan dengan kasih. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi "mengarahkan" serangan lawan untuk kemudian menundukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan. Berbeda dengan seni beladiri lain yang pada umumnya lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan stamina, Aikido mendasarkan latihannya lebih pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, lemparan, bantingan, dan kuncian. Sementara teknik-teknik pukulan ataupun tendangan biasanya jarang digunakan. Falsafah-falsafah yang mendasari Aikido yakni kasih dan konsep mengenai ki inilah yang membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik.

Latihan gerakan yang dilakukan dalam Aikido hanyalah cara untuk menangkap makna sebenarnya dan memperoleh manfaat. Secara umum, orang yang berlatih Aikido mencapai pemahaman setelah melalui suatu proses yang panjang. Melalui latihan pikiran dan tubuh yang intensif, akan tercapai harmonisasi dan keselarasan antara spirit, pikiran, gerakan teknik, menjadi kesatuan yang mengalir dengan spontan dan bebas sesuai dengan prinsip ataupun hukum alam.

(c)2007-2015 Takiotoshi Nagare Budokan