Takiotoshi Nagare Budokan

Takiotoshi = air terjun
Nagare = mengalir
Budokan = tempat berlatih beladiri

Selain sejuk dan terus mengalir, air terjun juga memiliki banyak manfaat antara lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia, untuk irigasi, meditasi, terapi fisik, pengobatan, hingga manfaatnya untuk latihan beladiri. Seiring kemajuan teknologi, air terjun juga telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yang memberikan manfaat begitu besar kepada kehidupan umat manusia.

O Sensei dalam Shodo (kaligrafi Jepang) yang ditulisnya mengajarkan murid-muridnya untuk saling berbagi dan bertukar pikiran (sharing knowledge) dalam latihan. Syarat utama untuk bisa berbagi adalah dengan membiarkannya mengalir, tidak hanya dengan sesama manusia tetapi juga dengan alam sehingga tercipta keseimbangan alam (the balance of nature). Pada saat kita berbagi dengan alam maka kita adalah bagian dari alam, dan puncak kesempurnaannya adalah harmoni bersama alam dengan hati yang tenang (kei jo shin).
"Kita tidak bisa melawan alam, tetapi kita bisa berbagi dengannya, dengan membiarkannya mengalir seperti air sungai yang sejuk", tulis oleh O Sensei.

Takiotoshi Nagare adalah sebuah Budokan, sebuah "tempat berlatih seni beladiri Aikido yang mengalir seperti air terjun". Dengan demikian ada sinergi yang kuat diantara masing-masing individu yang ada di dalamnya, baik siswa dengan guru maupun individu dengan individu lainya yang bersifat universal untuk saling memberikan yang terbaik (Bushido) - bushido dengan diri sendiri, bushido dengan orang lain, dan bushido dengan alam.

Sejarah

Takiotoshi Nagare Budokan adalah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Seni Beladiri Aikido, didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2006 oleh Sensei Mury Trisnurizki dan Sensei Wayan Ary Mudhita.

Fungsi

  • Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dan pelatihan Aikido sebagai salah satu bidang olahraga dan kesenian.
  • Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
  • Melaksanakan pembinaan kesehatan fisik, mental, dan spiritual dalam hubungannya dengan lingkungan.

Tujuan

Menghasilkan sumber daya manusia yang:
  • Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berbudaya, memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, berdaya saing, serta memiliki keunggulan pengetahuan dan kemampuan.
  • Menguasai dasar-dasar ilmiah dan ketrampilan Aikido sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan manfaatnya.
  • Mampu menerapkan ketrampilan dan keunggulan yang dimilikinya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama.
  • Mampu mengikuti perkembangan beladiri Aikido secara global dan konsisten.

Visi

Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan Aikido yang memiliki komitmen terhadap keunggulan.

Misi

  • Menyelenggarakan proses pendidikan dan pelatihan Aikido untuk menghasilkan manusia yang berkualitas, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkemampuan profesional, sehingga mampu berperanan dan bermakna di segala aspek kehidupan masyarakat.
  • Mengembangkan dan menyebarluaskan Aikido, serta mengupayakan pemanfaatannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara nyata.
  • Memberikan pelajaran secara sistematis, bertanggung jawab, dan berencana.

Motto

"Sharing with Knowledge, Spirit, and Harmony With Style" atau "Berbagi Ilmu, Semangat, dan Kebersamaan dengan Gaya"

Logo/Lambang

Lambang Takiotoshi Nagare Budokan berbentuk kotak, mengambil simbol dari lambang Shinsengumi dengan warna dasar hitam, tulisan kanji Aikido berwarna merah di sisi kiri, dihiasi corak tiga buah segitiga berwarna putih di sisi kanan,orang-orang di jepang mengenal patern ini dengan sebutan Dandara Moyou. Shinsengumi adalah kumpulan Samurai terbaik yang dimiliki Tokugawa. Pada akhir masa Tokugawa, Shinsengumi masih dikenal sebagai kumpulan Samurai yang tetap mempertahankan tradisi lama sebagai identitas Samurai Jepang. Tulisan kanji Aikido berwarna merah melambangkan berdirinya Takiotoshi Nagare Budokan sebagai sebuah dedikasi, komitmen, dan kerja keras, akan dipertahankan dan dilestarikan meski harus mengorbankan darah dan air mata.

Kerja sama

  • Takiotoshi Nagare Budokan bekerja sama dengan beberapa pihak baik Instansi pemerintah maupun Badan Usaha Milik swasta untuk pengadaan Latihan.
  • Mengadakan Pelatihan di Skadron-21/SENA PUSPENERBAD TNI-AD dan Kampus STAN ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ).
  • Sedangkan untuk program kerja Nihon Budo, Takiotoshi telah bekerja sama dengan Indonesia Komeijuku(Iaijustu), INKADO(Karate), dan Yamabushi Karate Dojo ( Karate Tradisional ).

Kantor Pusat

Takiotoshi Nagare Budokan berkantor pusat di Jalan Ciputat Raya No.1, RT. 001 RW. 002, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dojo

Takiotoshi Nagare Budokan memiliki beberapa dojo yang tersebar di Indonesia.

Instruktur

Takiotoshi Nagare Budokan memiliki instruktur yang telah mendapat sertifikasi dari luar negeri dan dalam negeri.

Pengakuan

Untuk lingkup dalam negeri, Takiotoshi Nagare Budokan sudah diakui dan telah mendapatkan izin resmi penyelenggaraan kegiatan pendidikan luar sekolah. Sedangkan lingkup luar negeri,telah mendapat lisensi resmi dari Kobyashi Dojo Jepang,dan beberapa instruktur Aikido di Takiotoshi Nagare Budokan bersertifikasi KYU dan DAN dari Kobayashi Dojo Jepang.

(c)2007-2015 Takiotoshi Nagare Budokan